Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) berakar dari kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh
keluarga Hashim Djojohadikusumo. Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo telah memulai kiprahnya
dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sejak lebih dari 35 tahun yang lalu. Seiring
dengan meningkatnya cakupan dan intensitas kegiatan sosial tersebut, keluarga kemudian
membentuk Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo (YKHD) sebagai wadah resmi untuk
menjalankan berbagai programnya. Pada tahun 2009, YKHD berganti nama menjadi Yayasan Arsari
Djojohadikusumo (YAD). Nama "Arsari" merupakan akronim dari nama ketiga anak Bapak dan Ibu
Hashim Djojohadikusumo, yaitu Aryo, Sara, dan Indra.
Hingga saat ini, yayasan terus mendukung berbagai program dan kegiatan di bidang pendidikan,
dampak sosial, lingkungan hidup, serta pelestarian budaya. Dalam pelaksanaannya, YAD menjalin
kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi, pemerintah, serta organisasi nirlaba lainnya.
Jangkauan kegiatan YAD tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera Barat
(Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya), Riau (Pusat Konservasi Riau), dan
Kalimantan Timur (Pusat Suaka Orangutan).
